Showing posts with label NgeBolang. Show all posts
Showing posts with label NgeBolang. Show all posts

Wednesday, November 9, 2011

Tugu Bersejarah Yang Malang

Palembang dengan sejarahnya yang panjang menyimpan banyak bangunan bangunan bersejarah dan yang mengingatkan dengan sejarah itu. Daerah yang paling banyak terkumpul bangunan bersejarah adalah di Kawasan Jembatan Ampera,antara lain seperti Benteng Kuto Besak, Monpera, Museum Sultan Mahmud Badarudin (Dulunya tempat tinggal Belanda), Masjid Agung, Kantor Pos. dan Lain lain.
Namun, sebagian bangunan sejarah kurang diperhatikan, Salah satunya adalah Tugu Peringat Perang Lima Hari Lima Malam 1947 di kawasan Ilir Timur. persis disamping jembatan Ampera

Sunday, October 23, 2011

Bus Kota Vs TransMusi

Saya adalah pengguna moda transportasi Bus, baik bus kota maupun TransMusi, Postingan kali ini saya akan sedikit curhat tentang kondisi transportasi masal yang populer di masyarakat kota Palembang ini. Mulai dari berita buruk sampai berita bagusnya.

Bus Kota "Jet Coasternya Palembang"
Gelar ini saya pinjam dari sebutan seorang teman yang sangat suka naek Bus Kota, Suatu kelebihan yang dimiliki Bus Kota yang belum dimiliki oleh TransMusi adalah waktu tempuhnya. Jika saya tinggal di km12 dan ingin menuju Kampus di Plaju, waktu tempuh hanya kurang lebih 50menit. Bahkan jika tidak ada kemacetan, waktu tempuh hanya sekitar 40 menit saja. Hal ini terbalik dengan TransMusi yang disebut sebutu sebagai BRT alias Bus Rapid Transit. Kata Rapid yang mengidentikan Cepat ini nyatanya lebih lama. Jika saya dari daerah Km 12 menuju Kampus saya di Plaju waktu tempuh yang dipakai bisa mencapai satu jam lebih. Kecepatan dan ongkosnya yang lebih murah (Rp 2000.-) pun menjadi alasan Jet Coaster Palembang ini tetap diminati.
Tapi, saya memiliki banyak catatan buruk untuk transportasi ini, antara lain.
1. kurangnya kenyamanan dan Keamanan.
2. Pengemis, pengamen, bahkan Penyair yang syairnya kayak mau Nodong penumpang memilih Bus Kota sebagai tempat penghasilannya.
3. Jika Sepi penumpang, atau terjadi kemacetan panjang, bus Kota kerap menurunkan paksa penumpangnya. dengan uang ganti rugi separuhnya saja. Uang itu jelas tidak cukup untuk naek kendaraan kedua kalinya.

Nah, pengalaman beberapa hari yang lalu adalah ketika saya naek bus kota hendak kekampus, saya biasanya memilih bangku sebelah kanan, karena memiliki space yang lebih luas untuk kaki saya yang panjang.Tapi  Tiba tiba, saya kaget, disebalah triplek yang menjadi dinding kanan bus itu tiba tiba mengeluarkan asap hitam.  dalam benak saya, bus ini akan terbakar. Tapi saya berusaha untuk tidak langsung cemas dan menyelidiki penyebabnya secara sepintas saja. Apakah ini kerusakan mesin? atau ada yang membakar sesuatu dibalik triplek yang separuh terbuka itu. Khawatir tiba tiba meledak bus itu. saya memilih untuk pindah tempat duduk.  yang lebih aman dan memiliki jalur evakuasi yang lebih cepat. Saya pun tak mau langsung membuat cemas penumpang lain yang hanya sekitar 5 orang saja saat itu. Ternyata asap itu timbul jika bus baru akan jalan saat berhenti untuk menaik atau turunkan penumpang. Jadi kesimpulannya asap knalpot lah yang masuk kedalam ruang bus. mungkin Knalpot bocor. Saat itu saya agak sedikit lega. Tetapi hal ini bukan urusan yang sepele sebenarnya. Gas pembuangan BBM itu sangat berbahaya jika terhirup, salah satu gas beracun Carbon Monoksida (CO). gas inilah yang sering digunakan orang untuk bunuh diri didalam mobil seperti di film film. Katanya sih sering sering menghirup polusi, bisa buat otak agak dung dung. haha.
wanita ini bahkan terpaksa bermaskerkan sapu tangan

Sunday, July 31, 2011

Kamboja menjadi Korban

Hias kibar bendera disepanjang jalan ikut mewarnai penyambutan perhelatan akbar Sea Games ke 26 di kota Palembang, bendera bendera itu terdiri dari bendera Sea Games, dan 11 negara peserta Sea Games. Namun agaknya si pemasang bendera kadang keliru memasang atau memang tidak tahu bagaimana bentuk bendera negara tetangga sesungguhnya. Disepanjang jalan amat sering kita jumpai bendera yang terbalik balik. Salah satunya adalah bendera Kamboja di ujung jalan Kol.H.Burlian tepatnya di perempatan Tanjung Siapi api.


Bendera kamboja ini sudah tampak terbalik dari beberapa minggu yang lalu. Angkor Wat pada bendera ini terlihat tak semestinya.
Sepanjang pengamatan belum pernah saya lihat bendera Kamboja terbalik, berbeda dengan Filipina dan Vietnam yang sering terbalik kecuali di jalan ini. Padahal jalan ini pasti akan dilalui tamu asing, karena  merupakan jalan utama bila kita dari Bandara Penerbangan Sultan Mahmudi Badarudin II setelah melewati jalan Tanjung Siapi-api menuju ke arah pusat kota.

Baca juga,Artikel Terkait Nasib Bendera Peserta SeaGames

Saturday, July 9, 2011

Trik Naik Bus Transmusi Gratis

Apakah ada promo bus Transmusi yang menggratiskan penumpangnya?
Jawabannya Tidak ada, kecuali saat pertama transmusi di luncurkan.
Tetapi kali ini saya memberikan trik yang gak biasa. dan anda saya anjurkan untuk tidak mencobanya. Oke. hahaha
Bagaimana caranya?

Thursday, July 7, 2011

Pikonane atau Jew's Harp

Tahukah kamu apa itu Pikonane? Ken Moi?Rinding, Genggong? atau Jew's harp/jaw harp?
kalo diartiin dari ketiga nama ini, Jew's harp lah yang paling mudah kita artiin, Harpa Yahudi.


Akhir akhir ini saya mulai keasyikan main harmonica, Setelah membeli Suzuki Winner beberapa waktu lalu, saya mulai jatuh hati dengan harmonika, Mungkin ini yang disebut cinta lama bersemi kembali,hahaha Karena dahulu saya pernah punya harmonika Kromatik Tower buatan China saat kelas 5 SD. Dan kemarin saya baru saja membeli Suzuki Folkmaster Diatonic C. alhasil intensitas saya nonton youtube pun meningkat. baca forum forum pencinta harmonika, beberapa istilah di dalam dunia harmonika pun saya pelajari. dan ada yang agak aneh. Kenapa harmonika sering disebut Harp? dan pemainnya bukan disebut Harmonikater, atau Harmonikanis, melainkan Harpist.
Kenapa Harp? bukannya Harp itu artinya harpa? ..

Friday, July 1, 2011

Yakinkah Anda Aman?

Bus Kota yang panas dan Berisik dengan musik Disko atao OT (Orgen Tunggal) juga rawannya kasus kriminalitas diatas Bus Kota membuat saya lebih senang menggunakan Jasa transportasi Transmusi. meskipun Transmusi sebenarnya memiliki banyak kekurangan. Terutama dalam hal armada yang kurang. lamanya menunggu di halte. dan cenderung penuh sesak. Tetapi faktor kenyamanan dan keamanan lebih dipilih para pengguna jasa transportasi ini. Suhu udara di Palembang yang Panas membuat orang akan memilih bus ber AC ini. Musiknya pun tidak hingar bingar. dan sangat nyaman ditelinga. Dan aman tentunya, aman dari tindak kriminal seperti pencopetan atau penjambretan/penodongan.
Tapi Yakinkah anda aman?

Sepulang dari kampus saya pulang dengan menggunakan jasa transportasi ini. seperti biasa naik trayek Plaju- PS Mall dan transit di Halte Monpera untuk naik  yang jurusan Alang-alang lebar/KM12. Tetapi tiba tiba Pramugara yang berada didepan pintu bilang kepada sopir "Pak, ada yang kehilangan Hape!!" si Sopir "kok bisa? coba cek dulu, apa terjatuh dilantai". Seorang ibu-ibu bilang "hilangnya dimana?disini bukan?" dan wanita yang kehilangan itu "tadi pas masuk disini masih ada. saya pegang kok untuk smsan" dan akhirnya si wanita meminta Pramugara untuk memeriksa tas penumpang. Terlihat si Pramugara agak enggan memeriksa dan bilang "Pak, jadi gimana? dia minta penumpang diperiksa" si Sopir "ya periksalah, tapi ni masih harus tetap jalan"."Telpon-telpon" si wanita "Gak keangkat, gak bunyi". "Hape apa??" "BB Tourch"
Tetapi si pramugara masih senyam senyum seoalah enggan memeriksa penumpang.
dan ketika saya menoleh kearah wanita itu "saya ingat bahwa dia bersama dua rekannya naik dari halte transit di Dekat Kantor DPRD". Tapi kok seolah mereka mencurigai saya? mungkin karena saya dua kali satu bus dengannya, dan transit bareng disamping Monpera. Seorang temannya seolah menunjuk saya dengan tatapan matanya.
Saya sih agak tersinggung dengan tatapannya itu. tetapi yaaa periksalah. Saya berikan tas  kepadanya. ia dibantu dengan dua orang temannya memeriksa tas saya. dan segera mengembalikan tas  itu. Saya orang pertama yang ia periksa. dan tampaknya tak banyak tas yang mereka periksa.
Saya "Mbak, BB kan yang ilang? inget gak Pin nya berapa? dengan Pin itu mbak bisa dapetin lagi bb mbak, Pin kan gak bisa dirubah.".
Si Wanita "Waduh, gak inget, pin nya saya simpen disitu"
Saya "Yaudah nanti infokan sama temen temen yang biasa BBMan dengan Mbak untuk bantu cariin BB mbak".
foto saat kejadian

Lalu tampaknya si wanita agak legak walau masih bingung. "Yaudah Kak(pramugara), sudah banyak yang turun juga. yaudah".

Jadi ternyata bener kata Bang Napi "Kejahatan Bukan karena ada Niat Pelaku tetapi juga karena ada kesempatan".

Sebaiknya, pramugara bukan hanya bertindak seperti kernet bus kota. yang narikin uang penumpang. Ia pun harus sigap. jika ada yang kehilangan atau memerlukan bantuannya ia harus siap membantu, Gak perlu ragu memeriksa penumpang.

Kabar baiknya meskipun saya belum pernah punya BB.hehe
Hape BB sendiri memiliki nomor Pin yang dapat digunakan untuk BBMan (Blackberry messager). Pin tersebut tidak bisa dirubah.Nomor itu bisa kita gunakan untuk melacak keberadaan BB kita .dengan menyertakan barang bukti pembelian misalanya dus. kita bisa melaporkan kepada pihak kepolisan. Atau cara lainnya ajak teman yang sering chating di BBM untuk ikut membantu mencari hape kita, dengan nge ping nomor tersebut. Cara ini sangat ampuh,banyak yang kembali BB mereka setelah kehilangan dengan cara tersebut (Begitu cerita yang saya dengar)

Untuk hape yang bukan BB gimana?
Nah inilah salah satu keunggulan BB yang gak dimiliki hape lain. Yakin gak dimiliki hape lain? sebenarnya ada juga loh.
Dulu saya pernah kehilangan hape Felxy Injection. alias hape dengan provider Flexy yang menyuntikan nomor kedalam Hape. Hape yang tanpa kartu ini pernah kembali ketangan saya setelah saya di todong disamping Sekolah SMA saya beberapa tahun lalu.   Tetapi untuk sekarang Hape Injection tidaklah marak lagi. Justru hape dengan dua Sim lebih marak.
Kalau begitu?
Jalan satu satunya adalah melaporkan Nomor Imei, atau nomor induk  Handphone kita. Bisa kita lihat dengan cara membuka penutup belakang handphone. dibalik batrei terdapat nomor IMEI yang tidak bisa dirubah. atau Dengan melihat dus pemblian, atau di kartu garansi. laporkan Terlebih dahulu kepada pihak kepolisian.
Meski cara ini tidak mengembalikan handphone anda. Setidaknya si pencuri akan merasa hape ana itu seperti Sampah. meski sebagus apapun, karena handphone anda itu tak bisa lagi di pakai.



Saturday, June 4, 2011

Banten Memanggil, Jakarta pun Cemburu

Kali ini perjalanan saya tak sendiri untuk ngebolang, Saya di temeni oleh dua orang partner, yaitu Farleven dan Cy Khenta.
Misi Kami saat ini adalah KOMIK go Nasional dengan menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
Perjalanan dimulai  hari selasa 24 mei,Start keberangkatan dari terminal Kertapati naik Kereta api ekonomi kelas 3. selama kurang lebih sekitar 10 jam perjalanan Menuju terminal Tanjung Karang. Dengan Harga tiket Rp 15.000,- kami duduk di bangku 18A,B,dan C. Selama perjalanan kegiatan diisi dengan ngobrol ringan hingga berat, dari saling ngejek, sampai membahas hal yang serius. Tidur, dan Makan.

Monday, May 2, 2011

Sang Pejalan Tangguh "The Walkman"

The Walkman, saya tidak bicara soal alat pemutar musik yang sempat  populer ditahun 90an itu. Tetapi secara harfiah The Walkman berarti Manusia Pejalan.
Kisah bermula saat naik bus jurusan Plaju-Km12 pukul 18:00 dari depan kampus, Suara musik yang memekakan telinga membuat kami sangat tidak nyaman untuk mengobrol bertiga (Saya, Khenta, dan Alin)
Alin : ini dia yang buat budek (tuli) cepet.
saya : lah liat aja tuh supir,Paling lama dia baru kerja jadi supir 5 tahun, tapi kita teriakin dia dari tadi aja dia budek. Mereka sudah tuli duluan.

Entah tersinggung atau apa.Akhirnya di depan Polda kami di oper ke bus lain. Tetapi tiba tiba Khenta teriak. " wow, di fly over macet, yuk jalan di fly over"
sebenarnya pejalan kaki tidak boleh melewati fly  over, tetapi kenapa gak di coba ya? setelah berunding sejenak akhirnya kami berjalan menaiki fly over yang pertama dan satu satunya di Palembang ini.

Wisata Macet
Sengaja kami mau melihat wisata macet.Ya, semenjak proyek pelebaran jalan Kol.H.Burlian kemacetan menjadi hal yang biasa kita lihat sehari hari. Kemacetan terjadi dari fly over sampai daerah Talang Buruk.
Suasana macet diatas Fly Over

Wednesday, April 13, 2011

Palembang, Bintang Garuda

Keunikan kota Palembang sebenarnya sangat banyak, namun sayangnya kurang banyak mendapatkan perhatian dari kita semua, eits, bukan hanya tugas Pemda aja, tetapi seluruh warga kota Palembang.untuk menjaga ke Cindoan (Bahasa palembang:cantik) kota yang terkenal dengan Ikon Jembatan Ampera dan Sungai Musi nya ini.. beberapa objek kadang lalai kita teliti. Dan berlalu begitu saja tanpa kita ketahui maknanya.
foto dibawah ini seolah menunjukkan kode kode tertentu kepada kita yang sifatnya filsafatis.

Bagi Orang yang lama tinggal di Palembang gambar ini mungkin sangat akrab kita liat.
 foto setahun lalu

Wednesday, April 6, 2011

Diatas Ketinggian

Untuk anak Bidar sekarang punya tempat tongkrongan baru, Kalo kalian lagi penat dengan segudang tugas atau ingin refreshing ditempat yang sepi dan gak ribut, apalagi gak ada uang untuk jajan dikantin, bisa coba duduk di tempat ini. Di lantai 4 Kampus Utama Bina Darma ada ruang terbuka di ujung sebelah utara menghadap ke arah barat. Angin disini  cukup deras dan kencang, sangat cocok kalo kamu lagi mau cari angin.
menghadap ke barat

Wednesday, March 16, 2011

Petualangan 7 Hari

Setelah Seminggu dari keberangkatan ke Jogja saya baru merampungkan Petualangan NgeBolang saat ini,
Merangkum petualangan selama 7 hari didalam blog ini. rasanya akan menjadikan 7 posting secara berkala, padahal saya ingin membuatnya hanya dalam satu postingan aja. dan karena hanya ada satu postingan aja bakal banyak foto yang membebani kalian membuka blog saya ini. hehe maaf ya.

Undangan Reborn IMIKI di Jogjakarta adalah awal petualangan saya pada episode ini. Dengan Harga Tiket kumulatif Palembang-Jakarta-Jogja sebesar Rp 580.000 via Lion Air Kamis 3, maret 2011 saya berangkat ke Bandara Sultan Mahmud Badaraudin II, ongkos kendaraan bus/angkot dari KM 12 sampai perempatan Tanjung siapi-api sebesar Rp. 2500,- dilanjutkan naik ojek sampai bandara Rp.15.000,- .
setibanya di bandara saya menunggu si pemegang tiket leven, dan Eva, setelah mununggu hingga sekitar pukul 15:00 pesawat berangkat ke Jakarta, Jujur ini adalah pengalaman pertama saya menaiki Pesawat Terbang. Setibanya di Bandara Soekarno Hatta kami transit menunggu pesawat yang akan membawa kami ke Jogja. kurang lebih menunggu hingga pukul 18:00 karena delay akhirnya berangkat juga ke Jogja, saya akhirnya duduk didekat jendela,  lampu-lampu Jakarta di malam hari bila diliat dari udara sangat menakjubkan, , kangen ngeliatnya lagi.

Perjalanan hanya menempuh waktu rata rata 1 jam aja, baik palembang-jakarta, dan jakarta-jogjakarta.
Setibanya di bandara Adi Sucipto. Kami tinggal menunggu jemputan dari panitia Reborn IMIKI, setelah sekitar setengah Jam Mobil oprasional APMD berwarna merah menjemput kami, tetapi panitia tidak hanya menjemput kami bertiga, ada Burhan dari Makasar,dan Habibi dari Pekanbaru.
Setibanya di Kampus APMD  kami bukanlah yang pertama, ada banyak mahasiswa lain yang telah tiba lebih dahulu, entah Makhluk apa yang merasuki panitia dengan wajah capek pun kami masih sempat diajak jalan jalan ke Malioboro.
Awal menginjak jalanan malioboro kami mengalami kejadian gaib.wkwkwk ada seseorang yang tiba tiba berlenggak lenggok seperti banci mendekati, rambutnya cepak, dan bajunya kumal. tiba tiba dia berkata "aku suka dengan cowok cowok disini, aku paling suka sama yang itu(sambil menunjuk Burhan yang ada dibelakangnya) aku mau dia jadi calon suami saya.." wkwkwkwkw

Daerah yang masyur terdengar itu kini telah ku tapaki, yaa benar-benar tapaki karena berjalan kaki, Malioboro dikala malam sangat lah ramai, baik pertunjukkan seni ataupun orang berjualan. tak kurang ramai juga setelah kami mencoba makan di Sarkem (Pasar kembang) suatu pemandangan yang mungkin akan sulit ditemui atau bahkan tidak ada di Palembang atau bahkan di kota kota lain, Orang orang ramai duduk dilesehan menikmati segelas Kopi Joss di trotoar jalan. bener-bener pinggir jalan. Tanpa rasa gengsi lagi, saya mencoba membaur dengan atmosfer jogja. duduk di tikar dan disuguhi menu yang aneh.. saya hanya bertanya. apa yang khas dari jogja di menui ini, dan Sabil (salah-satu panitia dari Bandung) bilang, Nasi Kucing,dan Kopi Joss. Melihat harga yang miring saya setuju aja mengambilnya nasi kucing Rp 1.500 dan Kopi Joss Rp. 3000. saya adalah pencinta Kopi, tetapi kopi joss baru pertama kali saya cicipi di jogja. Kopi yang disuguhi dengan sebuah arang kayu memang memiliki cita rasa berbeda. walah awalnya rasanya agak aneh, tetapi kopi itu juga yang membuat saya kangen.jangan bayangkan kopi ini pahit, karena sama dengan kebanyakan kopi lainnya, kopi ini sudah diberi gula hanya perlu kita aduk saja sedikit gelasnya. saya punya kata kata iklan untuk kopi joss "benar benar terasa arang-nya.."
Malioboro with geng nusantara

kata orang, Jogja adalah kota seni, emang bener banget, salain disebut sebagai kota pelajar, jogja amat sangat banyak aura seni, pengamen yang lumayan bertalenta sangat mudah kita jumpai dijogja terutama di Malioboro pada malam hari. #inget lagu last child-diary depresi kata habibi di status fbnya kemarin.
Sekelompok Pengamen di Malioboro
Jumat, 4 Maret 2011
Sesuai Jadwal yang telah di buat,hari itu jadwal Seminar Nasional Media Watch dengan tema "Kritis Media Untuk Indonesia" ada 3 seminar diadakan pertama Industri Media hari ini dan Masa depan oleh Henry Subiakto-staf Ahli Kementrian Komunikasi dan Informatika, lalu Seminar "Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS)" oleh Dadang Rahmat Hidayat (KPI pusat), kemudian usai sholat jumat disambung lagi dengan seminar yang dibawakan oleh Vicky Caesar Wolpaloma(EMAX) "How To Solve Problem Media With New Technology".
@gedung Ganesha APMD Seminar Media Watch
Pukul 4 sore kami mula bergegas menuju Kaliurang, Lokasi yang kami tempuh rupanya jauh juga, beberapa kali saya tertidur didalam bus. kurang lebih pukul 7 malam kami tiba. Ternyata nama Kaliurang berasal dari dua kata, Kali yang berarti sungai dan urang yang berarti Udang. eits bukan orang, dasar orang otak urang.
baru tiba saja, kejadian janggal telah saya lihat, disalah satu kamar saya mendengar jeritan seorang wanita, dan ia adalah seorang peserta yang kerasukan makhluk halus, wah, tuh hantu gak seneng kami nemenin mereka di kali ya?

malam itu rasanya banyak peserta yang sulit tidur,
pertama karena kegiatan pada malam itu sangatlah sayang untuk ditinggalkan mulai dari Makrab (Malam Keakraban), sedikit games, #saya jadi pemenang lomba mendandani teman, muka bang Azrizal yang dari Pekanbaru yang jadi bahan ekperimen saya.. kemudian ada acara bakar jagung dan api unggun  #masih ingat gimana kami bernyanyi  "Dari Sabang sampai Merauke" "Tanah Air Beta"dan "Indonesia Raya"  meski pun api unggun hanya menyala sebentar saja. lagu lagu itu membuat kami merasa benar benar menyatu dengan nusantara, melihat teman teman yang berasal dari berbagai daerah dari wilayah barat hingga timur Indonesia ada disitu. waahhh memang pengalaman paling berharga. 
Eits Kaliurang saat itu sedang rintik rintik hingga hujan deras.
suasana yang sangat dingin, ditambah kuliner yang asyik punya berkat penjual makanan yang keliling, wah gak ada alasan untuk gak tidur..bakso, sate, dan ini dia Wedang Ronde.
dari Wisma sejahtera 3, saya, Habibi, dan Leven sempatkan duduk melihat dari kejauhan kelap kelip kota jogja, dan yang saya pikirkan, "dah jauh banget ya dari rumah".

Sabtu, 5 Maret 2011.
Pagi itu rasanya banyak teman yang malas banget untuk bangun, Maklum kaliurang memiliki Cuaca yang sejuk dan dingin ditambah aktifitas malamnya. Melalui corong Megaphone mas Sabil teriak teriak "Ayo Bangun, kita kumpul di halaman, penduduk desa Petung dah menunggu kita...yang terlambat keluar dari kamar ongkosnya bayar sendiri.. ".
Banyak dari teman yang bertanya tanya pada malam ketika kami semua baru datang "Dimana Gunung Merapinya ya? kok gak keliatan".
Dan setelah kami mulai meninggalkan wisma dan baru 10 menit perjalanan. saya menoleh kebelakang dan segera berseru "haaaa, itu dia Merapi nyaaa..."

selama perjalanan saya membayangkan suasana tempat yang akan kami tuju.Tidak jauh dari perkiran saya, Banyak rumah hancur, Pepohonan menghitam seperti terbakar dan tumbang, beberapa pohon kelapa masih berdiri seperti tusuk tusuk sate yang menancap diatas pasir.

Aksi kami hari itu adalah untuk menghijaukan kembali lereng gunung merapi, Desa Petung yang merupakan salah satu desa yang berdampak parah saat Merapi bergejolak adalah lokasi yang khusus kami hijaukan. disana sudah tersedia bibit pohon yang akan kami tanam. satu orang satu pohon (one man one tree) walau kadang kami mengambil 2-3 bibit sekaligus per orang, Semakin hijau semakin baik.
(Gambar)

Usai aksi tanam menanam beberapa diantara kami diajak untuk membersihkan mushola yang telah runtuh. Nantinya mushola ini akan dipakai kembali. Disinilah rasa Kebersamaan kami, dan kepedulian kami bukan hanya tersimpati dalam hati, tetapi memang bisa kita rasakan, dan kita tunjukkan.
Kurang lebih pukul 1 siang kami mulai meninggalkan Desa Petung Untuk kembali ke kampus APMD. ssttt rasanya banyak peserta yang sibuk mencari Wc. dan warung.. hahaha.

Ya, hari itu merupakan jadwal terakhir rutinitas kami selama acara Reborn IMIKI. Sore harinya adalah acara perpisahan, ya, secara formalitas kami mengucapkan perpisahan dan sampai jumpa lagi Di Banten untuk Munas.

Salah Satu misi KOMIK datang kesini juga adalah untuk secara langsung memberikan bantuan yang telah kami kumpulkan beberapa bulan lalu pada acara Baksos Sebates.

Satu hal yang paling saya ingat dari kata kata Mas Acep Helmi (Ketua Umum IMIKI) kita adalah satu Keluarga, Keluarga IMIKI.

Beberapa dari kami ada yang langsung pulang, dan sebagian masih menetap di APMD termasuk Saya, yaa semalam saja lagi untuk bersenda gurau dan berbincang dengan anak Geng Nusantara,
ya geng Nusantara adalah geng yang gak sengaja terbentuk saat pertemuan kami dihari pertama. Bukan Bermaksud Dualisme IMIKI, atau Membuat Klik didalam IMIKI, tetapi ini adalah wujud kebanggaan dan kesenangan kami karena dapat bertemu dengan teman-teman dari berbagai suku dan daerah. ya Kami hanya berusaha mempresentatifkan  apa itu Bhineka Tunggal Ika.

Habis maghrib kami berencana untuk mengelilingi lagi Malioboro. Dan saat itu insting petualang ku mulai ku nyalakan. Setelah berjanji akan bertemu kembali pukul 10:00 di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret. saya putuskan untuk berpisah dari rombongan dan mengelana sendirian di jalanan Malioboro. yaaa, kalo ngikut banyak temen (yang dah terpecah tiga rombongan) agak gak bisa egois. kemana mau hati kan?
tarra, hasil perjalanan saya kali itu akhirnya  membuahkan sebuah buah tangan. Saya membeli sebuah Wayang, dan yang saya beli adalah Arjuna alias Janaka.Salah satu Kesatria dari 5 Pandawa yang sangat mahir Memanah.
sebenarnya agak gila sih, saya masih sempat berfoto sendirian dibeberapa tempat dengan hanya memanfaatkan apa saja yang bisa menggantikan Tripod. wkwkwkw

Sayangnya saya belum sempat ke alun alun keraton dan Uji Nyali di dua pohon kembar nan besar. hahaha.
padahal kita bisa menggunakan jasa transportasi becak yang untuk sekali keliling Rp 5.000 aja sudah termasuk diantar ke Pabrik DAGADU Aslii... bila mau sewa sepeda cuma Rp 10.000, asyik kan.
nah, gini deh ceritanya kalo jalan jalan sampe lupa waktu, Jam 9 Trans Jogja udah banyak gak beroprasi. sedangkan kalian tahu jogja seperti apa, jangan pernah bayangkan seperti kota besar lainya. disana gak banyak angkot #saya belum liat angkot di Jogja.  gak ada bus bus besar yang saling kebut kebutan kayak di Palembang, atau Bus Trans kayak di Jakarta. Transportasi yang justru masih hidup di Jogja adalah Andong (Kereta Kuda), Becak, sedangkan orang orangnya lebih banyak menggunakan Sepeda atau motor sebagai transportasi andalan, jangan bayangin anda akan berdesak desakan didalam bus, atau melihat semrawutnya lalu lintas, Di jogja sangat tertib dan rapi. #info:Menariknya lagi Bila di Jakarta Bus Way memiliki jarak antar bus sekitar 5-10 menit, Di Palembang Trans Musi memiliki jarak 10 menit untuk tiap bus, Di Jogja jarak antar Bus sampai 30 Menit,
ngomong soal transportasi, Kami nih pulang naik apa ya? hmmm satu lagi andalan masyarakat adalah Taksi, disini Taksi bekerjanya kayak Bajaj, sepakati dulu harganya dan baru jalan. Jadi bukan Sistem Argo. Malioboro-Jalan Timoho Kampus APMD hanya Rp 15.000 . Nah, kalo penumpang sudah over load. si Sopir akan mengenakan biaya lebih mahal, seperti yang kami lakukan, satu taksi berisi 5 orang penumpang kami bayar Rp.20.000

nah, berbeda dengan hari pertama di APMD dimana saya tidur di ruang Sekretariat Mahasiswa, dimalam ketiga saya tidur di Mushola.

Minggu 6 Maret 2011
Pagi itu Haeril dari Palopo mengajak saya kembali ke Alun Alun. dia sudah punya janji dengan temannya. dengan Trans Jogja yang sempat satu kali transit dulu di SGM.
Pagi itu perut saya terasa kosong, laper pasti.
Dan kami menuju gerobak Soto. yaa nikmatin gimana rasa soto di jogja nih, Ternyata rasanya enak banget. dengan Rp.5000. kita sudah bisa dapet semangkok soto yang beda. biasanya soto dimakan bareng nasi. tetapi soto yang ini akan kita nikmati dengan bubur beras yang ada didasar mangkok, Diberi kecap dan saus, juga perasan jeruk nipis buat soto ini lebih segar.

Rupanya haeril sedang berbisnis buku, dimana pembicara dari salah satu buku yang ia beli akan datang ke Sulawesi Selatan. Judulnya apa ya, agak lupa "Sukses sebelum wisuda" kalo gak salah si gitu.

Rupanya Malioboro tidak pernah mati, Tadi malam saya datang ke malioboro, di Monumen Serangan Umum sedang ada acara dari perkumpulan orang Riau. disebrangnya ada acara Band. dan Pagi ini alunan Nashed terdengar merdu di Monumen Serangan Umum.
Monumen Serangan Umum




Pukul 10:00
Setelah kami berpamitan dengan teman teman yang lain, saya dan beberapa teman segera ke Halte Trans Jogja, Teman dari palopo ingin ke Solo terlebih dahulu sebelum pulang, kemudian leven dan Teman dari Jakarta yang baru hendak akan ke Malioboro sekali lagi kita semua naik dari halte Kampus APMD ke Terminal Giwangan. sementara yang mau ke Malioboro mesti berpisah terlebih dahulu di transit SGM.

Tujuan saya pagi menjelang siang itu adalah "PRAMBANAN" hehehe. usai berpisah juga dengan dua teman saya dari Palopo ini, saya menunggu Bus 3A. gini deh asyiknya kalo naek bus trans, saya hanya perlu mengeluarkan uang Rp.3000 untuk kemana saja. termasuk Prambanan. murahkan.
#Tips oh ya, jangan segan untuk meminta bantuan dengan orang lain. seperti menanyakan rute apa yang harus kita lewati, Saya sangat dibantu dengan banyak bertanya. Jangan sungkan, apalagi Jogja, seperti kebanyakan Masyarakat Jawa pada umumnya keramahan adalah yang sangat terasa di jogja ini. Seperti saya,salah saeorang penumpang yang memberitahu akan lebih bagus transit di Jayanti Selatan untuk selanjutnya naik  Bus 1 A. 
Hanya sekitar 20 menit dari terminal giwangan ke prambanan dengan Trans Jogja ini.

Eh, rupanya saya bertemu dengan rombongan cewek cewek IMIKI dari Makasar. hari itu juga mereka mau ke Prambanan. Keluar dari Shelter prambanan kami sudah ditawari bapak-bapak Kusir Andong yang berseru “naik ini aja, Prambanan Jauh” bila anda ingin menikmati naik andong ya boleh –boleh aja,ongkos naik andong berkis Rp 15.000/orang. Jarak antara shelter prambanan ke Prambanan memang agak jauh sekitar 1 Km, tetapi saya lebih memilih untuk berjalan kaki sambil memanggul Tas Besar. Dan teman-teman dari makasar pun ikut dengan saya berjalan kaki. Hihihi
Nah, sudah sampe nih.
Ternyata harga tiket masuk Prambanan sebesar Rp 20.000,-untuk hari biasa, dan untuk sabtu minggu juga hari besar tiket dijual seharga Rp 23.000,- oh ya soal tiket ada satu lagi nih,Rp.30.000 untuk paket masuk candi prambanan dan ke Candi Ratu Boko, disitu kita mendapatkan fasilitas antar ke candi ratu boko dengan bus Pariwisata. Bila anda termasuk orang yang ingin menikmati wisata candi silahkan coba paket ini, karena jarak antara candi ratu boko dan prambanan agak jauh sekitar 2 km. Tetapi saya memilih untuk hanya di candi Prambanan karena estimasi waktu, padahal saya tahu bagaiamana indahnya kompleks candi ratu boko lewat foto foto mbak iik di salah satu bukunya.
abis nyapu Prambanan , duduk direruntuhan candi
Kegilaan saya saat berfoto kembali muncul. Saya berfoto foto sendiri dengan timer foto. Tetapi disaat itulah saya lebih merasa bebas.#gak peduli orang kata apa. Kenal aja gak.
Candi Prambanan yang merupakan salah satu candi Hindu ini dibangun dengan amat sangat megah. Bayangkan dan coba lihat ukiran dan pahatan pahatan dibebebatuan itu dibuat oleh nenek moyang kita dizaman dahulu. Mereka membangun candi tanpa semen dan hanya menumpuk numpuk batu saja. Luar biasa.
Kawasan candi Prambanan(Hindu) memang banyak dikelilingi oleh situs situs candi yang lain, termasuk candi Lumbung meski agak jauh dari Prambanan, Saya sudah melihat candi Lumbung masih dalam proses Renovasi, akibat gempa tahun  2006. Candi Lumbung adalah candi Budha, sebenarnya ini cermin bahwa sejak dahulu kala nenek moyang kita sudah Plural, dan saling menghargai persatuan. meski apapun perbedaannya,Bhineka Tunggal Ika.
Nah, tapi ada satu hal yang membuat saya miris melihat tempat tempat wisata, kebanyakan tempat wisata memang kadang menjadi tempat orang pacaran, Namun, coba deh ya, jangan jadi tempat mesum ngapa..
bila kita memperhatikan foto diatas, kita bisa melihat bagaiamana sepasang muda mudi sedang pacaran didalam candi. anehnya ketika saya mempergoki mereka tak peduli atau merasa malu. ckckckc
Kurang lebih pukul 16:00 saya berniat untuk keluar kompleks candi, Pas di pintu keluar Candi kita akan melihat pasar suvenir. mulai dari gantungan kunci, wayang, maket prambanan atau candi candi laiinya,baju, mainan kayu, gelang, kalung, dan banyak sekali barang barang menarik yang rasanya menggoda keinginan kita untuk membelinya menjadi buah tangan. 
tapi coba gunakan tips saya berikut ini untuk membeli suvenir.
Pertama, jangan tergoda untuk langsung membeli suvenir tersebut, karena masih banyak toko/lapak atau penjual yang menjajakan barang yang sama.
Kedua, Tawarlah barang tersebut, Ingat jangan langsung percaya dengan harga yang mereka katakan sudah paling murah. Karena walau kadang barang itu sudah kita anggap murah, ternyata belum tentu paling murah.
Ketiga, awas penjual kadang melakukan trik sandiwara, seperti berkata pada bossnya terlebih dahulu, dan menawarkan untuk membeli lebih murah kita diminta membeli lebih dari satu.
Tips diatas merupakan hasil dari pengalaman saya membeli suvenir di Jogja, salah satunya adalah di Pasar Suvenir prambanan ini.
Awal keluar dari pintu prambanan saya langsung melihat ada seorang penjual Panahan, ternyata dia tidak hanya menjual panahan, melainkan juga menjual Sipet/sumpitan(salah satu senjata khas orang dayak dan suku2 lain di Pulau kalimantan). si penjual memberikan harga Rp 200.000 untuk sebuah panah, dan Rp 150.000,- untuk sebuah Sipet, saat itu saya menawar sangat keterlaluan, Rp 70.000 untuk sebuah Pahan atau Rp 60.000 untuk sebuah Sipet/Sumpitan. Sambil berlagak barang tersebut merupakan barang terlarang. ia berbicara dengan orang yang seolah-olah bossnya. Hingga keputusannya ia membolehkan saya membeli dua buah benda itu seharga hanya Rp 150.000, melihat bentuknya saya sih sudah merasa sangat murah. Apalagi di Palembang gak ada yang jualan ginian. Motif dan Ukirannya pun bagus. tapi saya tetep kekeuh untuk tak mau mengeluarkan uang diatas Seratus Ribu. Saya bilang dengan si penjual "Kalo Dijual segitu, saya gak bisa pulang ke Palembang". Dan Saya meninggalkan si penjual. didalam pasar saya mencari Suvenir apa yang akrab dengan isi dompet. Saat saya sedang memilih milih gantungan kunci. yang umumnya dijual sekitar Rp 1000,-Rp 5000.- ini ternyata si nenek pemilik Lapak menawarkan saya sebuah Sipet seharga Rp 20.000,- saja. haaah? segera saya tawar Rp.10.000,- dan agak lama saya bernego dengan si nenek dan dapatlah sebuah sipet seharga Rp.10.000 didekat nenek itu juga menjual panahan, bahkan hanya Rp.50.000,- aja. Pilihan saya membeli kedua barang ini karena meski panjang, senjata ini bisa dibongkar pasang dan di pisah menjadi beberapa bagian yang dapat saya selipkan didalam tas.wkwkwkw

Nah, setelah dari prambanan saya segera ke Shelter Prambanan untuk menuju terminal Jombor. Misi saya selanjutnya adala "Besok Harus Borobudur". Dari Shelter Prambanan saya Transit di Shelter Bandara adi Sucipto agak lama menunggu untuk transit lagi di  Terminal Condong Catur, dan Tujuan selanjutnya adalah Terminal Jombor. Sekali lagi hanya dengan Rp.3000,-.  Lama perjalan sampai sekitar Satu jam kurang lebih. Nah sayangnya karena sudah sore sekitar pukul Setengah 6 Sudah tidak ada lagi bus yang menuju Terminal Borobudur. : ( jadi saya harus naik bus yang kearah Magelang, ongkosnya Rp 9.000,- Saya duduk didekat supir untuk meminta diturunkan di tempat yang lebih dekat dengan terminal Borobudur. Selanjutnya meneruskan dengan Ojek wah ternyta ojek lebih mahal Rp 15.000,- dan  saya turun di depan kantor polisi agar lebih aman. Disana saya menunggu jemputan seseorang  yang merupakan bapak dari teman saya, teman saya ini tinggal di Palembang dan memberi tahu bahwa rumahnya sangat dekat dengan prambanan dan memperbolehkan saya menginap disana.
Senin, 7 Maret 2011 Pukul 10:00
Borobudur yang dahulu hanya saya lihat di Buku IPS SD sudah bisa saya lihat secara nyata.Bangunan sebesar Gunung ini merupakan candi Hindu yang pernah masuk kedalam Tujuh keajaiban dunia. saat kita naik keatas kita dapat lebih merasakan bahwa batu batu yang kita pijak masih bisa bergerak.Diselah selah batuannya kadang keluar air dikala musim hujan. Menurut saya ini Lebih Indah ketimbang Piramida Giza. Karena selain hanya batu-batuan yang ditumpuk tanpa semen. Borobudur memiliki Arsitektur yang indah.pahatan-pahatan dibebatuan yang memiliki makna, dan maksud tersendiri membuat saya sebenarnya ingin melihat lihat lebih lama, sayangnya cuaca sedang mendung dan rintik-rintik membuat saya mencari tempat yang teduh, ya Museum aja. ada museum Kapal. Museum Borobudur, yang bisa menambah pengetahuan kita.

Saat di Jawa saya sangat banyak mendapatkan Telpon dan SMS untuk minta saya datang ketempat mereka,  Mereka adalah orang orang yang mengenal saya baik itu teman atau pun Keluarga.
bahkan Saya Sempat dijemput Om Kobro yang merupakan teman dari ibu saya sekitar pukul 9 malam agar saya mau tidur dirumah nya, ya saya akhirnya Menginap disebuah rumah yang Jawa Benerrr didaerah Mlati Sleman saat itu. Boncengan Motor ber tiga sambil kedinginan untuk datang kerumahnya. Dia berjanji akan mengantar saya untuk ke Semarang mencegat Bus agar esoknya saya bisa pulang kampung ke Pekalongan.
Selasa 8 Maret 2011 
Setelah kembali ke magelang untuk mengambil Tas yang saya tinggal, saya berpamitan kepada Bapak teman saya itu untuk Pulang Kampung. Dengan diboncengi Om Kobro saya menuju Semarang, Sebenarnya saya bisa saja Ke Terminal Sukorejo atau mencegat bus dari Kendal aja. Tetapi Kapan lagi mau singgah ditempat-tempat menakjubkan.
Naik turun lembah, melihat kabut kabut turun dari bukit,juga hamparan Pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. menjadi kenangan yang tak akan pernah saya lupakan. Sayangnya cuaca memang agak panas dingin, membuat jaket yang saya pakai berkali kali basah dan berkali kali kering pula.hahaha.
Tanggul Lahar Dingin Di kali puteh
beberapa Tempat yang saya datangi selama perjalanan dari magelang-semarang













Candi Mendut












Pondok Pesantren nya Syekh Puji











Monumen Palagan Ambarawa









dan Sam Poo Kong









Setelah sampai di semarang Om Kobro mengajak saya menemui anaknya yang masih kecil, ya namanya adalah Akbar Zulfajri. wah betapa senangnya saya melihat bayi kecil ini, karena sebenarnya nama anak ini adalah nama yang saya berikan. Harapan Saya saat memberi nama anak ini adalah kelak Akbar akan menjadi orang besar, pemberani. zulfajri sendiri itu karena Akbar lahir dibulan zulhijah dan di pagi hari.emmuuuaaahhh
Om Kobro dan Akbar Zulfajri
Akhirnya setelah sejenak  melihat Akbar, saya harus segera nyetop bus karena waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 , ya dipinggir jalan sangat lah mudah mendapatkan bus lintas kota, termasuk yang ke Pekalongan. ongkos dari Semarang ke Pekalongan sebesar Rp 30.000,- padahal menurut info yang saya dapatkan hanya Rp 15.000,-_-'
Saya berhenti di Kantor Kecamatan Ulujami agar lebih dekat dengan rumah mbah, kira kira itu pukul setengah 7 malam. dan di pangkalan ojek saya menunggu jemputan dari kakak ipar sepupu saya. gak lama sih nunggu
Walau dikampung halaman hanya satu hari aja, tetapi kesempatan satu hari itu saya manfaatkan baik baik untuk bersilahturahmi dan tentunya obyek wisata terdekat, yaa rabu Pukul 10:00 dengan Yono saya sempatkan untuk main di Blendung yaitu tempat wisata pantai yang berada di wilayah pemalang.
Ba'da Maghrib (selesai maghrib) saya mulai bersiap siap ke tempat bus bus biasa mangkal didaerah Ulujami, nah tujuan saya adalah Jakarta, dan untuk bus ke arah jakarta hanya akan ada Bus malam. Malam itu saya naik Bus Dewi Sri Seharga Rp 45.000,- tapi agak menjengkelkan dengan ulah sih penjual tiket, Karena saya gak punya uang pas Rp 45.000 saya beri saja Rp 50.000,- harusnyakan dapet kembalian 5.000 tapi malah gak dikembaliin, dan setelah 15 menit saya menunggu bus ini berjalan, ada orang masuk bus dan bilang, "Bus ini gak berangkat, bus yang dibelakang yang berangkat" saat turun baru deh satu persatu penumpang di beri Rp 5000. sebagai ganti bus, sayangnya Bus yang akhirnya saya tumpangi bukanlah Bus AC. secara logika antara bus AC dan Non Ac harusnya punya beda harga 10.000 keatas tapi masak cuma 5ribu?dan itu berarti saya membayar Rp 45.ribu untuk bus Non ac? ckckckckc

Kamis, 11 Maret 2011, pukul 04:20
Saya tiba di Jakarta dini hari didepan Terminal Kampung Rambutan, suasana terminal masih remang remang karena matahari pun belum muncul,lalu menunggu waktu subuh di terminal bagian Antar kota Antar provinsi..usai sholat saya Menitipkan tas besar pada si penjaga mushola, sebenarnya ini sangat tidak di rekomendasikan. Saya bilang "Bang, saya titip tas ini ya, jam 12 atau jam 1 siang saya ambil lagi, mau jalan dulu, isi tas cuma baju baju kotor". dan si Penjaga mengiyakan. nah lets go jalan jalan, Pagi itu yang saya tuju adalah Mangga dua lagi (kayak sebulan lalu M2 doang kelilingnya) padahal pengen juga ke Monas. tetapi karena saya mengejar waktu untuk siangnya membeli tiket bus ke Palembang dan juga keinginan membeli sebuah barang maka saya hanya putuskan untuk ke M2 aja. karena masih pagi, Bus way hanya menjual tiket sebesar Rp 2000,- aja ya harga itu hanya berlaku untuk penjualan tiket pukul 05:00-07:00 aja setelah waktu tersebut kita harus membayar dengan harga Normal sebesar Rp 3.500,- rupanya perjalanan agak lama juga. saya masih sempatkan aja tidur di bus way. hahaha, setelah sampai di Kampung Melayu, bus transit ke Arah Mangga dua/ancol sudah ada didepan, yuk segera aja pindah bus. gak lama Bus segera berjalan. lagi lagi saya tertidur, hahaha.
nah Setelah sampai di halte jembatan harcomas mangga dua, saya mulai deh tentukan mall mana yang harus kudatangi, karena banyak banget mall disana, tapi ini masih sangat pagi, mall belum buka, Toko toko di Mangga dua ternyata baru buka dari pukul 09:30 sampai pukul 10:00, ya saya tahu karena saya menunggu didepan mall sampai pukul 10:00. dan saya mulai memanjakan mata dengan beberapa gadget, hmmmm yang ini kemahalan, gak bisa pulang kalo beli yang ini,yang ini, yang itu,,taraa akhirnya setelah bertanya dengan penjual dari beberapa tempat yang rata rata keturunan tionghoa, maka disalah satu toko yang baru buka saya membeli sebuah Pena seharga Rp. 240.000,- kaget gak kalo ku bilang pena? pena bisa semahal itu?
pena ini lah yang beberapa bulan belakangan menjadi salah satu incaran saya saat searching di google, Camera berbentuk Pena MP10 ini bisa merekam gambar dengan format .avi sebesar 620x480 dalam 25 frame per detik. juga foto beresolusi 1280x1024. sayangnya batre hanya tahan sekitar 40 menit. tetapi ya jadilah setidaknya suatu saat akan membantu saya didalam kegiatan jurnalis, (kadang saya berpikir jadi wartawan itu mirip mirip jadi Detektif) hahaha.

Gak punya waktu berkeliling lebih lama, dan harus mengejar bus ke Palembang, plan saya adalah naik Bus Kramat Jati, dan untuk tiba di kampung Rambutan sekali lagi  saya mengandalkan Bus way transjakarta, perjalanan agak lama, terutama macet didaerah Kramat Jati, daerah ini belum memiliki jalur khusus untuk Bus Way, yang menyebabkan bus way harus sama-sama berbaur dengan kendaraan lain, termasuk saat macet. -_-'. dan akhirnya saya tiba di Kampung Rambutan pukul 14:00, wah ternyata bus kramat jati telah berangkat. dan segera deh ku dihampiri oleh penjual tiket dari berbagai penjuru terminal. Ingat soal arah tujuan kita harus jelas saat perjalanan.
dan akhirnya saya dibawa oleh penjual tiket  Arya Prima, tiket seharga Rp 150.000. tapi sekali lagi deh saya harus jengkel dengan ulah penjual tiket, sebenarnya untuk standar onkos Rp 150.000 dari jakarta ke palembang sudah normal apalagi untuk se level keramat jati, Tapi ketika mau naik bus, ternyata bus yang saya naiki bus kecil, si Penjual mengatakan kalau bus ini hanya akan mengantar ke Markasnya dan kita akan dipindah kedalam bus yang besar dengan fasilitas toilet didalamnya.tetapi setelah satu jam bus ini berjalan, 4 kali bus ini harus mogok di tengah jalan dan nyuruh penumpangnya dorong. grrrr. eh sampe di Cikokol sudah tau bus nya rusak kok belum dipindah juga, mereka masih PeDe benerin nih bus, sampe jam 5 sore bus pun tak kunjung benar, dan baru deh mereka mau memindahkan kami ke bus yang lain, tapi bukan bus besar yang telah dijanjikan melainkan bus kecil juga -_-', kirain bakal langsung jalan ya setelah 2 jam nunggu, ternyata bus ini masih menunggu nunggu penumpang lain. kira kira penuh baru deh berangkat, saat itu sudah pukul 19:00 baru deh bus mulai berangkat. Nah Arya Prima ini ternyata ngajak makan terus, biasanya bila naik bus lain kita akan makan dua kali dari palembang-jakarta atau sebaliknya tetapi di arya prima ia berhenti sampai 4 kali untuk makan, Saya sampai di Palembang esok harinya pukul 5 sore.
Alhamdulilah sampai juga dirumah dengan ibu yang marah marah karena saya terlambat sampai wkwkwkwkw







Saturday, February 12, 2011

NgeBolang Again: Menjelajahi lagi Secungkil Dunia jakarta bagian 3

 22 Januari 2011
ini hari ke tiga saya di kota ini.
Pagi ini saya terbangun terlalu pagi memang masih agak malam sebenarnya, mendengar ibu dan om muslihin (saudara laki-laki ibu) ngobrol, wah perbincangannya seru soal jeruk bali, ternyata Ibu pengen banget makan Jeruk bali, dan kata om, di pagi kayak gini pasar citeureup sangat lah ramai, Pasar yang gak jauh dari rumah, lalu kami bergegas keluar rumah dan menyalakan mobil. tetapi di pasar kami tidak menemukan jeruk Bali, yang banya hanya pisang tanduk, yang besar besar kayak pisang di Lampung.
eh, kekecewaan kami gak menemukan jeruk bali tergantikan dengan gagasan om mengajak jalan jalan ke gunung, ya hanya sekitar kurang dari satu jam dari pasar citeureup kami telah sampai di Pegunungan Cibadak dengan menyusuri jalan jalan yang bekelok-kelok. Bahkan di waktu subuh, kami beristirahat sejenak menunggu matahari agak tinggi agar pemandangan jelas di villa. tetapi cuaca agak tidak mendukung, hujan rintik rintik dan kabut agak tebal. Di daerah Pegunungan cibadak ini ternyata ada nama desa "Bolang". wkwkwkw mungkin acara anak Bolang "Bocah petualang" di Trans7 terinspirasi dari nama desa ini.Hingga sekitar pukul 6:30 kami memutuskan meninggalkan villa. Karena sebenarnya tujuan kami pun belum selesai. Saya dan ibu mau ke pasar cipulir blok M.


 Sesampainya dirumah saya agaknya malas mandi, hanya berganti pakaian dan segera pergi lagi ke Blok M, ya rute yang seperti biasa, ke terminal Kp.Rambutan dan Naik Bus way. hinggal ke blok M square saya naik bus Kopaja ke pasar cipulir agak jauh juga sih, sekitar setengah jam. Sebenarnya saya punya niatan untuk jalan jalan saja dulu di Blok M tetapi karena pasar cipulir dimana tempat grosir kaos kaos dan baju katanya akan tutup bila sudah siang, jadi yaaa terpaksa diurungkan niat itu. Dan setelah saya bertanya dengan pedagang disana ternyata baju baju yang ada disinilah yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh indonesia. woww. bahkan kata Uni salah seorang pemilik kios disana mengatakan baju-baju ini tidak hanya didistribusikan ke seluruh Indonesia. Tetapi banyak juga yang sampai keluar negeri.
Gak terlalu lama kami di pasar Cipulir, melihat toko-toko memang sudah mulai tutup.

Jakarta mengajarkan saya banyak hal. Bahwa manusia hidup mencari penghidupan itu sendiri. Jakarta yang tua, tetapi masih tampak perkasa. dan terus berbenah.

eh ada Tiga hal menarik yang saya Temui selama perjalanan hari ini, dan itulah yang sangat saya ingat hingga disini.
  • Pertama, Ternyata Gak semua orang Jakarta punya Blackberry wkwkwkw, lalu kenapa teman-teman saya pada pindah pake blackberry ya?. tetapi. hal itu lah yang membuat saya berpikir "Yang paling penting adalah bagaiman kita memanfaatkan teknologi sebaik mungkin, efektif dan evisien" agak miris rupanya kalo ngeliat banyak kaum ibu justru lebih suka punya hape yang canggih seumpama blackberry atau hape qwerty lainya tetapi fitur yang mereka gunakan paling hanya telpon, SMS atau cuma untuk dengerin MP3 dari handphone.wkwkwk bahkan tak jarang orang orang mengeluh bingung menggunakan keypad qwerty yang sangat boming sekarang. wkwkwkw
  • Kedua, "Masker". Loh kok masker? ya penduduk jakarta gak malu malu lagi menggunakan masker, mungkin ketika virus Sars yang beberapa tahun lalu mewabah membuat orang peduli akan kesehatan. kalau di Palembang penggunaan masker mulut masih jarang, kecuali masker motor. yang harganya lebih mahal daripada masker masker yang saya temui di jalanan jakarta. Sebenarnya selain kesadaran masyarakat jakarta akan kesehatan terutama pernapasan. Penjual Asongan di jalan jalanlah yang berpengaruh pada budaya ini, dengan harga Rp.1000. kita bisa mendapatkan sebuah masker. Sama seperti harga dua gelas air meneral. Coba saya bandingkan dengan di Palembang kita harus ke toko, atau swalayan untuk mendapatkan masker. dan gak semuanya menjual. pedagang asongan memang banyak berkeliaran menjual Masker motor yang mirip kakashi di film Naruto tetapi harganya lebih mahal dan sebaiknya bukan untuk orang yang terserang penyakit seperti Flu, karena Masker yang kita pakai hanya dipakai satu kali saja dan bukan untuk berulang ulang. mungkin sebaiknya Pemda setempat di seluruh tanah air membekali penjual asongan dengan masker. atau para penyuplai barang barang asongan ikut membantu mendistribusikan Masker, ketimbang menjual rokok.
Kedua, kotak korek api ini. loh korek api?? iya, lihat aja kotak korek api ini. jelas tertulis Made in Indonesia tetapi keseluruhan isi tulisan yang tercantum di kotaknya gak ada yang berbahasa Indonesia. bahkan lebih mirip kotak korek api Impor wkwkwkw


Sunday, February 6, 2011

NgeBolang Again: Menjelajahi lagi Secungkil Dunia jakarta bagian 2

MAGHga DUA

Manga dua adalah salah satu lokasi target dimana kami akan menghabiskan uang dengan tidak percuma, selain membeli seperangkat alat sablon digital, saya juga mengincar tablet pc buatan cina. Sayangnya hasrat saya itu membuahkan malapetaka sendiri bagi saya, Saya jadi lupa makan sore itu, wkwkwk hanya saking nafsunya memburu dimana tempat menjual Tablet Pc murah itu. Pikiran saya, sayang sudah nabung lama, mumpung diJakarta bisa ke tokonya langsung, Kebetulan beberapa hari sebelum keberangkatan saya searching tentang tablet pc, dan akhirnya ketemu deh sebuah alamat yang gak jauh dari tempat membeli keperluan sablon. sekali lagi "Mangga Dua" ternyata sebuah kawasan yang luas. wkwkwk anehnya nih ketika saya tanya kan alamat yang saya tuju kepada Security dan petugas parkir, mereka semua menunjuk pusat pusat perbelanjaan yang berbeda, lelah sih, tetapi aku tetap saja berhasrat mendapatkannya, "permisi pak, dimana alamat ini, mall mangga dua", waduh muter2 WTC M2, Harcomas M2, M dua square, hingga saya masuk parkiran mangga dua, #ya gak ketemulah..Sayangnya walau harcomas Mangga dua yang sempat saya pikir itu adalah mall harapan saya, disana gak menjual tablet Pc yang murah, saya selalu saja ditawari Samsung Galaxy tab, atau Ipad, gila gak cukup tabungan anak muda..hingga ternyata saya hampir menyerah, sekali lagi, menanyakan kepada pengguna jalan. dimana mall mangga dua..ternyata orang itu menunjuk "Mal Mangga dua"disebrang ITC. 
-_-' hey, mangga dua, saya orang udik dari kampung jangan buat bingung deh, ternyata setibanya di Mal Mangga Dua. saya segera ke lantai 4. dan bim salabim,, dengan sekejab cepat ketemu. Gud.
kenapa sih nulis Mal nya kurang L satu lagi,,
padahal kalo orang palembang kalo ngomong PS ya mall, ngomng PTC ya Mall,,Pim ya mall lah..
oke, itu cerita penderitaan separuh bahagia saya disana. Dengan uang Sejutaan lebih dikit saya bisa dapatkan sebuah tablet Pc. hmm Anda pikir saya puas dengan tablet itu? oooh tidak, saya mau Samsung Tab agaknya.. wwkwkwkwk
Nah, balik lagi ketoko sablon, ternyata saat mau melakukan transaksi dengan Debit Card Mandiri, mereka tidak bisa melayani karena hanya menyediakan BCA, dan Kartu kredit.
oke,jadi kami berinisiatif membayarnya tunai esok hari saja. yang jelas, saya merasakan senang dan "Laper banget".
Namun kami memutuskan untuk segera pulang saja, karena langit sudah mau isya. wah, penderitaan berlanjut ketika lapar itu harus saya tahan karena macetnya naudzubillah. BusWay pun harus rela seperti gerobak bakso yang jalannya lambat banget#Perasaan.

Entah jam berapa kami baru sampai di Terminal Kp Rambutan, saya melihat banyaknya bus kopaja di parkirkan di depan terminal, dan yang paling banyak beroprasi hanya angkot.Sayangnya kami pun gak tau harus berapa kali lagi naik angkot. yah berkat tanya tanya akhirnya sampe 3 kali naik angkot hingga sampai di Citeureup.Kemudian Kami putuskan untuk mengganjal perut dengan sepiring Ketupat Tahu  dipinggir jalan. kalo gak salah sekitar pukul 10:45 saya duduk didepan emperan sebuah toko, dan untuk saat itu saya kurang bisa menikmati kuliner pinggir jalan ini. Karena selain sangat lapar, dan memang sejak dari Lampung saya mengalami ganguan pencernaan. wkwkw dan komplitnya lagi ditambah tiba tiba perut saya Magh...wkkwkwkw Untung saja ada Alfa mart yang buka 24 jam #iklan.com  dan Promag jadi andalan saya #iklanlagi.com
let's go pulang ke persinggahan.Naik lagi angkot yang dikemudikan seorang anak muda sebayaku, lampu dalam angkot yang kebiru biruan agaknya membuat ku lebih mengantuk saat itu. Tak ada yang ingin ku lakukan lagi saat pulang kecuali tidur dan ngetes tablet pc dulu yang ternyata colokannya gak ada yang cocok dengan stopkontak dirumah. hweeee Tidur ajaaaalah.
.


PINDAH KAMPUNG
twit twit twit,,saya bangun terlambat akhirnya, perjalanan penuh seharian kemarin membuat saya sangat nyenyak tidur. sekitar pukul 7 saya justru baru sempat charge  hape. pagi itu saya sempatkan makan Surabi yang dijual oleh seorang ibu di samping rumah. didepan rumahnya saya hanya nongkrong sambil memakan 2 buah surabi yang baru dimasak dengan kuah Santan.Sedaaaaapppp
Oh ya, Saya baru tahu kalo ternyata penduduk kampung tempat saya dilahirkan Pemalang, Jateng tepatnya orang comal, kaliprau dan Tasikrejo banyak yang pindah kedaerah ini, jadi kalo saya  melihat, ini bukan saya Pulang Kampung tapi ngeliat Pindah Kampung. bayangkan disana saya memiliki 2 orang paman, seorang bude, dan Pakde yang semuanya telah berkeluarga dan membawa turut serta keluarga intinya.. hebatnya setelah mendengar perbincangan, tetangga disekitarnya juga adalah orang orang sekampung.
#Jakarta dan sekitarnya adalah tempat yang paling populer sebagai daerah Urban,,yang sayangnya berdampak terbalik dengan transmigrasi penduduk Jakarta dan Sekitarnya ke desa atau daerah-daerah lain.


H2@M2
Ini adalah hari kedua saya di kampung tetangga. eitsss yang orang jakarta atau bogor jangan tersinggung dulu ya kalo saya sebut dua kota besar ini, Jakarta-Bogor sebagai Kampung. dulu waktu Obama dateng ke Indonesia, tepatnya Jakarta dia bilang "Pulang Kampung nih" wkwkwkw
Setelah makan Soto Pekalongan di warung Bude, kami beranjak berjalan kaki ke depan jalan untuk mencari angkot.
Karena hari ini hari jumat maka saya wajib kemasjid dulu untuk shalat jumat berjamaah,,dan masjid yang saya singgahi adalah Masjid Ash Shohih di citeureup Bogor.Rute kami masih seperti biasa dengan naik Angkot Rp.2000./orang terus disambung lagi naik bus yang melewati tol jagorawi menuju terminal Kp. Rambutan Rp.5000/Orang terus disambut Bus Way yang gak boleh makan dan minum didalamnya,, huft. wkwkwkwk 
#Trik, kalo anda termasuk orang udik yang mau wisata murah keliling jakarta saya usulkan naik Bus Way aja tapi jangan keluar dari koridor karena dengan Rp 3.500 kamu bisa keliling jakarta sampe laper.


Ketika sampai di Koridor kampung Melayu kami memutuskan keluar untuk mencari makan dan minum kopi, dan Warteg (Warung Tegal) disamping fly over menjadi pilihan kami. Sungguh menakjubkan makanan di warteg ini punya cita rasa masakan rumah. Tetapi diwarteg itu saya hanya memesan segelas kopi, berbeda dengan ibu yang memesan makanan dan tentu kopi juga. Saya memesan Bakso malang yang kayaknya biasa mangkal didepan warteg ini. Bakso malang ini tidak menggunakan buah pala untuk bumbu kuahnya, gak pake saus tomat atau cabe, atau diberikan kecap manis,,Tapi saya diberikan Sambal Merah yang pedas, Kalo kamu membayanginya rasanya kayak ada pepermint dibelakang kepala kamu yang keluar lewat pori pori kepala menuju akar rambut. hwaaa. perut saya saat itu sudah membaik makanya saya beranikan makan Bakso malang yang ini. Tetapi dengan sedikit sambal aja. Sebagai teman bakso. si penjual memberikan Pangsit, dan Tahu, nah tahu ini lah yang jarang sekali saya temukan di bakso malang yang biasa dijajakan di Palembang.

Oh ya, satu lagi yang membuat saya terkesan dengan warteg ini, karena saya sempat tersantuk oleh jendela warteg yang diangkat keatas, hingga orang orang disana pada teriak..#padahal aku yang sakit wkwkwk

Ternyata apa yang dikatakan Tv benar "Jakarta Banjir" wkwkwkwk


Perut sudah kenyang dan kopi yang mantap meski hanya kopi biasa, tapi manjur untuk menghilangkan kantuk.Perjalanan kami lanjutkan lagi ke tempat yang kemarin kami tuju. Ternyata toko ini pun masih ramai pembeli. 
Setelah melakukan pembayaran, kami gak langsung ambil barang dan pulang, karena saya ditraining terlebih dahulu untuk mempelajari  bagaimana cara sablon digital dengan menggunakan mesin heat press. 
Mesin yang berat kami paketkan via mex, dan yang ringan seperti bahan baku dan printer kami bawa sendiri. Tetapi, waktu sebenarnya masih pukul 4 sore lebih. Tetapi menghitung perjalanan dan waktu maka kami putuskan untuk tidak berlama lama lagi di mangga dua. segera pulang. yah andalan kami Bus Way.

Ternyata kami pulang di jam sibuk pulang kantor, dan memaksa kami harus berdesak desakan didalam busway, rasanya tak ada celah lagi untuk berdiri.
Sempittt
Dan saya pun mengikuti ibu untuk naik ke derah kursi belakang,ya dengan begitu bukan saya terbebas dari sempitnnya ruang,  justru saya merasakan penderitaan baru, leher sakit dan panas karena posisi baru malah memaksa merundukan kepala.hwaa. Bahkan saking sesaknya ruang ada seorang bapak yang terpisah dari anaknya saat memasuki bus, si anak tertinggal sedangkan si ayah berhasil menyelinap masuk. hwkwkwkwk setelah beberapa saat hingga akhirnya penumpang mulai sepi, kami baru bisa menikmati tempat duduk. sayangnya gak memperhatikan lagi pemberitahuan pramugara bus. seorang I bu bertanya pada ibu kemana tujuan kami, menyadari bahasa yang berbeda. sedangkan saya baru sibuk membuka inbox fb. Saat ibu bilang ia berhenti di koridor kampung melayu. Si ibu yang tampak seperti IRT itu mengatakan bahwa kami telah terlewatkan ditempat transit.
"waduh kelewatan? jadi gimana?" ujar ibu.
"turun aja disini,nanti cari yang kearah kp melayu" jawab seorang wanita
kebetulan bus ini baru saja menaikan penumpang. I bu melihat pintu masih terbuka segera saja ibu bilang "yuk dek" dan segeralah ia meloncat. dan saya yang gak sigap sambil pegang hape tertinggal, pintu sudah tertutup dan bus sudah benar-benar melaju #jadianakhilang. wkwkwkwk

tinggal satu hari lagi saya di sini. hmmm..besok kami berencana ke Pasar Cipulir dari Blok M......nyambung lagii