Monday, January 6, 2014

Yang Baru di Tahun Baru (iProject)

Tak terasa sudah masuk tahun 2014, ini berarti saya telah memasuki tahun ke tiga menekuni bisnis foto & videograpfi, rasanya seperti memiliki Batita (bayi tiga tahun). Ibarat batita usaha ini masih lucu-lucunya, belum bisa mandiri, tapi sudah bisa makan, orang-orang pun suka senang melihatnya.

selama dua tahun ini sudah ada beberapa inovasi dan produk layanan baru. awalnya hanya Videoshooting merambah lagi dengan foto, prewedding,  video event,mini studio, scaning negatif film, cetak undangan yang dapat didesain sesuai kebutuhan dan keinginan. hingga live video yang disiarkan secara wireless ke tv atau proyektor.

Di tahun 2014 ini saya akan memberikan bocoran produk layanan terbaru, saya menyebutnya iProject . iProject mirip seperti Instant  Photo Corner, atau di Indonesia sering dikenal dengan photoboth, bedanya apa? di iProject saya memberikan ekstra fasilitas yang bisa ditambahkan kedalamnya jika tuan nyonya acara menginginkannya seperti

Friday, November 15, 2013

Sekali-kali Transmusi Harus Dihajar

Sekitar jam 20:00 saya naik Transmusi dari kampus saya di daerah Plaju. Laju transmusi berhenti di halte transit DPRD , beberapa orang penumpang meminta pramugara untuk mengisi saldo smartcardnya (Bus Rapit transit di palembang menggunakan e-tiketing yang disebut smartcard untuk pembayarannya) namun si pramugara menjawab, saldo top upnya habis (alias saldo di mesin pengisinya habis) .

Bus kembali melaju sampai di halte Monpera, disana ada bus besar Ampera-Km12 sedang ngetem. dengan segera saya turun dari pintu depan setelah dibukakan. dan berpindah ke bus besar tersebut. didepan pintu sudah ada mesin typing yang wajib kami typing ulang. *cetet mesin mengeluarkan kata "Transit" kecuali seorang penumpang wanita setelah saya yang berbunyi "kartu belum terdaftar"

saya segera duduk di pojok belakang bus, ini tempat favorit saya. setidaknya ini tempat paling nyaman untuk istirahat bahkan tidur selama perjalanan. Didekat sedang disudut lainnya ada dua orang wanita yang sedang ngobrol asik dengan pegawai transmusi berbaju batik, yang sebut saja "A".

Sunday, October 20, 2013

Rencana Gelap TransMusi

Tepat 20 Oktober 2013 ini Transmusi menerapkan kebijakan  baru, yakni pengurangan durasi transit menjadi satu jam, sebelumnya warga pemilik SmartCard dapat menikmati layanan transit 2 jam yang berarti selama dua jam warga bebas menaiki transmusi tanpa perlu membayar lagi setelah saldo smartcardnya dipotong Rp 4500.

Lalu apa yang menjadi masalahnya?

Palembang kini sudah tak seperti Palembang yang kita lihat jamankan dulu, Palembang memiliki masalah yang relatif sama dimiliki kebanyakan kota besar di Indonesia saat ini, Ya Macet. Jarak tempuh dan waktu tempuh kini tak berimbang lagi, kalau dulu saya dari rumah ke Kampus dapat ditempuh dengan 45 menit dengan kendaraan umum, sekarang waktu tempuh sampai dua kalipat lebih. saya bisa dijalan selama 1,5jam bahkan di jam sibuk bisa sampai 2 jam.
Bahkan saat saya menguji waktu tempuh KM12-Ampera (tanpa transit) sekitar pukul 10:00 (bukan jam sibuk) saya telah menghabiskan waktu selama 1jam 4menit. lalu jika anda menunggu di Halte Transit berapa lama bus akan datang? jawabannya beragam ada yang bilang sampai setengah jam, tapi rata-rata saya menunggu 10-15 menit dihalte samping masjid agung atau monpera. lalu bagaimana nasib mereka yang melalui rute yang lebih sulit misal (dari Kertapati/Plaju menuju Sako) yang sampai harus 2-3 kali transit? 

Jadi Bijakkah durasi transit menjadi 1 jam?

Tapi agaknya percuma kita mengkritisi terus menurus transmusi ini, Tak akan didengar. 
Di halaman facebook Transmusi  tertanggal 17 oktober iya membuat pengumman tentang kebijakan baru

adakah yang aneh? jika kita meruntut postingan transmusi sebelumnya, ini pertama kalinya Transmusi menggunakan huruf kapital secara keseluruhan. hal ini saya baca sebagai wujud depresi transmusi yang terpaksa membuat kebijakan ini. Ini penanda keputusan final yang tak bisa diganggu gugat lagi. kecuali mereka diberi subsidi.

Maksud hati ingin menegaskan kembali kebijakan tersebut hari ini, transmusi justru menunjukkan rencana gelapnya